Said Ibnu Al Musayyab Tokoh Sufi yang Menikahkan Putrinya dengan Lelaki Miskin

- Senin, 28 November 2022 | 13:31 WIB
Said Ibnu al-Musayyab tidak mau menerima imbalan jasa dari seseorang,meninggalkan kesenangan duniawi. Lebih mengutamakan kehidupan Akhirat (pexel.com/Tima Miroshnickenho)
Said Ibnu al-Musayyab tidak mau menerima imbalan jasa dari seseorang,meninggalkan kesenangan duniawi. Lebih mengutamakan kehidupan Akhirat (pexel.com/Tima Miroshnickenho)

SUDAHBACA.COM--Kehidupan tokoh sufi, Said Ibnu Al Musayyab diliputi oleh berbagai keluhuran budi pekerti dan keagungan. Masa kecilnya penuh dengan sejumlah keindahan dan keutamaan.

Masa muda Said Ibnu Al Musayyab diwarnai berbagai hikmah dan ilmu pengetahuan. Seluruh perjalanan hidupnya dihiasi dengan pengabdian yang tulus dan ikhlas kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Said Ibnu Al Musayyab sangat takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sehingga apabila dia mendirikan shalat badannya gemetar dan jenggotnya basah oleh cucuran air mata, begitu pula kalau dia sedang membaca kitab suci Al-Qur'an.

Rasa takutnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala memenuhi seluruh jiwanya, karena dia tidak takut selain kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Baca Juga: King Saud University, Kampus Rangking 1 di Arab Saudi. Berikut Profil Singkatnya, Syarat, dan Cara Mendaftar!

Tokoh sufi yang satu ini, sanggup menghadapi siksaan dari kaum penguasa di masanya dengan jiwa yang lapang, dia tidak mau tunduk kepada siapapun, kecuali hanya kepada Allah, dan selama empat puluh tahun tahun dia terus menetapi sholat berjamaah.

Itulah Said Ibnu Al Musayyab Ibnu Hasan al Mahzumi, dia dilahirkan dalam kehidupan yang penuh berkah, dia menimba berbagai ilmu pengetahuan dari para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dia hidup di bawah naungan para sahabat yang saleh, sehingga dia berikan pohon cendana yang menyenangkan hati dan menyejukkan mata, karena keharuman dan kelangkaannya.

Setelah dia mencapai usia remaja, dia menyampaikan ilmu pengetahuan yang diperolehnya kepada masyarakat umum.

Baca Juga: Mutiara Al Hikam 141 : Segala Sesuatu Tidak Ada, Allahlah yang Menjadikannya Ada

Halaman:

Editor: Yudi Rachman

Sumber: Buku Tokoh-tokoh Sufi Juni 2000

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X