• Jumat, 12 Agustus 2022

Kyai Maruf Berharap: 5 Tahun Lagi, Kontribusi Industri Halal Indonesia Bisa Mencapai 30 Persen PDB

- Rabu, 15 Juni 2022 | 08:12 WIB
Indonesia harus menjadi produsen halal terbesar, bukan hanya konsumen. Dalam 5 tahun lagi diharapkan kontribusi industri halal mencapai 10 persen dari PDB (Aay M Furkon)
Indonesia harus menjadi produsen halal terbesar, bukan hanya konsumen. Dalam 5 tahun lagi diharapkan kontribusi industri halal mencapai 10 persen dari PDB (Aay M Furkon)

Bangka Belitung, SUDAHBACA.COM - Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen terbesar halal dunia, tapi juga produsen halal terbesar di dunia.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, selam ini Indonesia sudah memberikan kontribusi terhadap konsumsi halal sebesar 10 persen.

Namun sebaiknya tidak berhenti disana. Indonesia harus menjadi produsen produk-produk halal terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Kiai Maruf ketika menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Kongres Halal Internasional 2022 di Bangka Belitung pada Selasa (14/6).

Pada sambutannya juga Wapres menyampaikan mengenai tren ekonomi dan keuangan syariah global yang terus berkembang.

Baca Juga: Catat! Jadwal Layanan SIM Keliling DKI Jakarta Hari Ini, Rabu 15 Juni 2022, Tersedia di 4 Lokasi

Hal ini didorong oleh laju pertumbuhan Muslim dunia yang meningkat dan diiringi oleh pola pikir konsumen.

Kiai Maruf menjelaskan, pola pikir konsumen yang berubah karena konsumen sekarang ini begeti selektif dalam mengonsumsi makanan. Tidak hanya harus sesuati dengan syariat, namun juga mesti sejalan dengan etika, berkualitas tinggi dan aman.

Bahkan, kata kiai Maruf, kebutuhan semacam tersebut tidak hanya dituntut oleh umat Muslim, tetapi juga oleh umat non Muslim, bahkan negara yang mayoritas bukan mayoritas umat Muslim mempunyai standarisasi yang sama dengan umat Islam ketika hendak mengkonsumsi.

‘’Hal ini menjadikan produk halal dan ekonomi syariah bersifat inklusif, tidak diperuntukan hanya pemeluk agama Islam saja, tetapi dibutuhkan beragam kalangan,’’ kata Wapres, seperti yang dilaporkan wartawan SudahBaca.

Halaman:

Editor: Yudi Rachman

Sumber: Liputan Aay M Furkon

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X